Mumpung lewat daerah Kedu, Temanggung, saya menyempatkan diri untuk berwisata teroris ke Beji.
Menyaksikan rumah paling terkenal di Beji se-Indonesia, rumah Pak Muh Jahri, yang menurut polisi merupakan tempat tertembaknya Ibrohim, salah satu buronan yang disangka terlibat pemboman 2 hotel di Jakarta beberapa waktu lalu.
.

sumber: wikimapia
.
Kondisi rumah yang terlihat secara langsung sangat berbeda dengan yang terakhir kali terlihat di televisi.
Selama dan setelah proses penyergapan, tampak seperti ini:



sumber foto: www.koki-kolomkita.com
.
Saat saya sampai di lokasi, yang berwisata teroris tidak cuma saya. Banyak kendaraan luar kota yang memadati seputaran rumah. Sejumlah orang tampak berkeliling rumah, berfoto-foto, dan mengintip ke dalam rumah lewat kaca jendela.
Kabarnya, pihak kepolisian membantu merenovasi rumah yang berantakan akibat ledakan dan berlubang-lubang akibat terjangan peluru. Tembok sudah ditambal dan dicat baru. Sebagian genting yang berhamburan sudah diganti dan ditata rapi kembali.
Saat mengintip ke dalam rumah, saya kok mendapat kesan ada yang berubah pada layout rumah itu dibandingkan dengan sebelum renovasi. Seperti ada dinding yang hilang / dihilangkan / dipindahkan. Sayang saat itu tidak ada yang bisa saya tanya untuk mengkonfirmasi rasa penasaran saya.
Saat itu yang terlihat seperti ini:




.
Sayangnya saat itu pintu dalam keadaan terkunci sehingga saya tidak bisa masuk ke dalam rumah.
Beberapa hari kemudian barulah saya dapat kabar kalau pemilik rumah mengijinkan orang untuk menjenguk ke dalam. Sayangnya saat itu saya sudah tidak bisa jalan-jalan ke Beji lagi.
Pemilik rumah katanya berniat menjadikan rumah tersebut sebagai museum. Mungkin suatu saat nanti sempat mampir ke sana sudah ada diorama dan tour guide yang menceritakan kronologi penyergapan serta bisa beli cindera mata: gantungan kunci selongsong peluru, pecahan genting dalam kotak kaca, foto rumah sebelum-saat-setelah penyergapan yang ditandatangani Pak Muh Jahri, action figure Densus 88, dll.
.
Recent Comments