You are currently browsing the monthly archive for February 2009.

“Kok nggak ambil sambal?”
“Ini lho.. makan yang ini, pedes, enak…”

Sering kali kalo pas makan bareng, saya ditanya atau dikomentari seperti di atas. Emang sih saya gak suka makanan pedes. 
Dalam hati saya malah balik nanya,”Emang apa enaknya makan pedes? lidah panas, kalo gak kuat perut bisa rewel…”

But, that’s another story…
Saya malah penasaran dengan ‘apanya cabe sih yang bikin kerasa pedes?’

Jadilah nanya ke Om Wiki. Jawabannya: Capsaicin 

Wehehe… makhluk apa tuh. Pokoknya itu zat yang ada dalam cabe, dengan rumus kimia: (CH3)2CHCH=CH(CH2)4CONHCH2C6H3-4-(OH)-3-(OCH3))
Ampun deh… dah lupa lagi gimana bacanya :p
Zat ini yang bisa bikin lidah terasa panas. Bahkan nggak cuma lidah, zat inipun akan memberikan sensasi panas / terbakar kalau terkena  jaringan tubuh yang lain.

Hmm.. kalau ada zatnya, tentu kadar zat itu menentukan seberapa pedas cabe. 

Tanya Om Wiki lagi, “Om..om.. ada nggak skala yang mengukur tingkat kepedesan cabe?”.
“Ohh… tentu saja ada, Nak. Namanya Scoville scale.” 
“Oh gitu ya Om..”
“Iya Nak… Tapi ingat nak, scoville scale ini tidak berhubungan langsung dengan jumlah capsaicin yang ada dalam cabe”
“Lha.. terus gimana asal usulnya?”
“Baca sendiri aja deh… males amat…”
“Iya deh ommm…” 

 ”Om..om.. cabe yang paling gak pedes (skala 0) apaan?”
Bell pepper!” 

“Kalo yang paling pedeeeessss?”
“Ya… capsaicin murni laaah (skala 15.000.000  - 16.000.000)!!”
weits dah mulai galak nih si om…

“Kalo cabe yang paling pedeeeeessss, apa om?”
Naga Jolokia (skala = 1,041,427)!!! Udah sono ngapain kek… gak liat orang lagi kepedesan apa?”
ups.. ternyata si om lagi kepedesan makan tahu-isi plus cabe rawit

:D

“cuma gini aja”

Ada dua kejadian dimana saya senang sekali jika bisa mendengar kalimat itu. Satu biasanya diucapkan dengan nada tanya, “cuma gini aja?”. Satu lagi diucapkan dengan agak takut dan malu-malu, “cuma gini aja…”

Kalau “cuma gini aja…” yang diucapkan dengan niat dan/atau nada merendahkan tentu saja tidak termasuk dalam kesenangan saya.

Yang pertama -dengan tanda tanya- seringkali terlontar dari orang yang saya bantu untuk mengerti akan sesuatu atau melakukan sesuatu. Sampai suatu titik dimana dia -mungkin tanpa sadar- mengatakan “cuma gini aja?”, saat itulah saya berkesimpulan dia sudah mengerti atau sudah bisa melakukan. 

Yang kedua -dengan agak takut dan malu-malu- seringkali terlontar dari mahasiswa bimbingan Tugas Akhir saya. Kejadiannya biasa terjadi justru saat penelitiannya hampir final. Teori sudah dibaca, semua langkah penelitian sudah dilakukan, data sudah terkumpul, analisis sudah lengkap, kesimpulan matang. Justru pada detik-detik itu beberapa mahasiswa datang ke saya dengan kalimat “cuma gini aja…”.
“Saya gak pede, Pak. Mosok TA saya cuma gini aja…”

Kenapa saya senang?
Pada saat sudah bisa bilang “cuma gini aja?” atau “cuma gini aja…”, saya berasumsi pengetahuan, kemampuan, dan segala macam tetek bengeknya itu sudah mulai terinternalisasi ke dalam dirinya.  Semua berkat ijin Allah dan perjuangannya selama beberapa waktu sebelumnya.
Dia tidak lagi merasa pengetahuan, kemampuan dll itu sebagai sesuatu yang istimewa lagi. Dia sudah merasa itu semua menjadi bagian dari dirinya. Padahal -bisa jadi- buat orang lain hal-hal tadi masih merupakan sesuatu yang mencengangkan.

Dunia tanpa Computer Engineers:

 

world-without-engineer-computers

 

.

Dunia tanpa Electronics Engineers:

 

world-without-engineer-electronics

 

.

Dunia tanpa Communication Engineers:

 

world-without-engineer-communication

 

.

Lebih banyak lagi di sini. Ada screensaver-nya juga.

Sains mengungkap tanda-tanda kebesaran Tuhan di jagad raya

Teknologi mengejawantahkan cinta Tuhan dengan manfaat untuk semesta

.

(fay)

Pindah dari Word 2003 ke Word 2007 ternyata sedikit memusingkan.

Contoh konyol: saya nyari fasilitas untuk mengubah case tulisan (UPPER, lower, Sentence dll) gak ketemu-ketemu juga.

Nyari sampe ke site-nya Microsoft. Ternyata fasilitas itu tetap ada dan terletak di depan mata. Seperti gajah yang duduk manis di pelupuk mata sambil main biola (susah ngebayanginnya ya?).

Dimana? disini nih (tab Home, group Font):

 

 

Bisa juga pake shortcut shift+F3. Jika kombinasi tombol ini ditekan, akan toggle antara Sentence case, lower case, dan UPPERCASE.

Serupa tapi tak sama. Ada yang beda lho dibanding fasilitas change case di Word 2003. Apa coba?
Masih ingat di Word 2003 kita punya pilihan seperti ini:

 

 

 

Pilihan Title Case di Word 2003 digantikan dengan pilihan Capitalize Each Word di Word 2007. 

Hati-hati pakai pilihan Capitalize… ini. Salah-salah bisa disangka gak ngerti tata tulis.
Contoh:

  • buka Word 2007
  • tulis: the lord of the rings: the fellowship of the ring
  • select all
  • change case jadi Capitalize…

Jreengg… jadinya:  

The Lord Of The Rings: The Fellowship Of The Ring

karena kalimat itu adalah judul buku / film harusnya:  

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring

 

Aneh kan?
Ide siapa sih naruh Capitalize Each Word menggantikan Title Case?
Emang berapa banyak orang / seberapa sering kita perlu menjadikan semua awal kata jadi huruf besar? Bandingkan dengan mengubah ke Title Case…

Melanjutkan kepusingan dengan urusan ngopi contact XDA ke sim di post yang ini, akhirnya saya memberanikan diri sowan mbah kiyai Gugel (baca: google).

klak..klik..kluk.. ikuti beberapa thread di forum..
Ternyata banyak yang menemui masalah serupa :p 

Secara umum jawabannya gini: 
If not wm5, you can highlight multiple contacts, then tap/hold and save to sim.
If wm5, you can save individual contact entries by tap/hold each entry you want in the contacts list.
“ 

Hore.. ternyata ada caranya…
Unfortunately, XDA saya masih pake Windows Mobile 5 (bawaan sejak beli). So, ngopinya masih tetep satu-satu :-(

Weit.. tunggu dulu ada salah satu post di forum xda-developers.com yang menarik nih..
Om dotFred bikin  program PPCContactsMgr v1.6 
Description: PPCContactsMgr is a plugin for the Outlook contacts. It allows to select multiple contacts at once for deletion. Now it allows also to add phone numbers from calls history and received SMS. And recently, beam several contacts and add several contacts to SIM.

Patut dicoba nih…

Ngomong-ngomong tentang ‘peace’,rasanya gak ada yang belum pernah liat tanda beginian di kaos, liontin, gantungan kunci, stiker, iklan dll:

 

peace symbol

peace symbol

 

Coba tanya orang yang pakai kaos atau liontin dengan tanda itu, “Apa artinya?”. Paling banter jawabannya, “Pokoknya PEACE lah..”. Tanya lebih lanjut,”Dari mana asal-usul tanda itu?”. Bengong.

Simbol itu dirancang oleh Gerald Holtom, seorang perancang profesional dan seniman Inggris. Pak Holtom ini menggabungkan dua simbol semaphore:

 

sem_n      dan   sem_d

 

Masih bisa baca? inget pas Pramuka dulu yah.. :-)

sem_n = N
sem_d = D

sem_n    +   sem_d  =    peace symbol

 

Apa hubungannya ND dengan PEACE?
ND itu singkatan dari Nuclear Disarmament (pelucutan senjata nuklir). Awalnya memang simbol tersebut digunakan untuk demo anti senjata nuklir di London pada sekitar tahun 1958.

Pak Holtom pernah nulis gini -pas menceritakan kondisi penciptaan simbol itu dengan lebih rinci- :  ”I was in despair. Deep despair. I drew myself: the representative of an individual in despair, with hands palm outstretched outwards and downwards in the manner of Goya‘s peasant before the firing squad. I formalised the drawing into a line and put a circle round it.”

Kesini-kesininya sepertinya orang mulai tidak terlalu mempermasalahkan asal-usul simbol tersebut, sehingga penggunaannya meluas menjadi simbol umum untuk perdamaian.

So, yang penting PEACE maaannn….

Sekira sebulan setelah ulang tahunnya yang pertama, O2 XDA Atom Exec saya rada rewel. Gejalanya: panas dingin, pusing, perut mual.. (lho?).

 

He..he.. gejalanya rada bikin malu: tiap kali ditelpon, lawan bicara saya tidak bisa mendengar suara saya, sementara suaranya bisa saya dengar dengan jelas. Kebayang kan.. yang muncul cuma dialog “halo.. haloo.. haluuuu…” doang. Bikin malu aja (plus ngabisin pulsa orang :( ).

Dengan ini pula saya mohon maaf kepada sejumlah orang yang merasa tidak nyaman gara-gara kerewelan XDA saya itu. Kerusakan bukan pada handphone anda, bukan pada ketidakbecusan operator, dan bukan pula karena telinga anda kurang beres.

Setelah melakukan self-diagnostic tersangka utamanya adalah software pengendali audio. OK, kita coba soft reset. Ambil stylus, tonjok lubang reset pelan-pelan. Jrenggg… tetep belon bisa.
Hard reset? hmm.. musti backup dulu semua data, sms, dan contact ke laptop. Tonjok lagi atas bawah (power button & reset). Berhasil..berhasil..?? gak juga :-(

Aduh.. mulai panik nih. Telpon ke O2 shop di BEC. “Kami nggak terima service. Service centernya di Jakarta. Coba hubungi toko tempat beli dulu, kali aja bisa bantu”. Telpon toko tempat beli. “Kami juga nggak melayani service. Kalau mau titip boleh aja sih, tapi ntar juga tetep dikirim ke Jakarta. Biayanya sekian rupiah”. Nah lo…

Telpon temen-temen yang sering berurusan dengan PDA. Dapet beberapa alternatif tempat memperbaiki. Semuanya di daerah yang tidak saya lewati tiap hari, sementara show must go on. Akhirnya saya putuskan untuk -sementara- kembali pake handphone lama (SonyEricsson T610).

 

Dengan keterbatasan T610 saya memang tidak terlalu banyak berharap berkaitan dengan data dan sms yang telah saya backup. Sementara biarlah aman di tempatnya. Prioritas tertinggi sekarang adalah menyalin semua contact aktif ke handphone. T610 meski punya IrDa dan Bluetooth tapi belum support activesync, so gak bisa sinkronisasi contact dengan outlook di laptop. Berarti pilihan logisnya adalah menyalin via sim card.

Contact di XDA saya sinkronkan lagi dengan outlook. Kenapa? lha.. barusan kan di-hard reset. Blank lah dia. Polos, seperti bayi yang baru lahir, OK, contact di XDA dah sinkron. Sekarang tinggal ngopi semua contact di XDA ke sim card trus pindahin sim card ke T610, kopi semua isi contact di sim ke hp, beres… (gitu rencananya).

Saya mulai mencium bau angus… eh.. masalah saat setelah beberapa lama ngubek-ubek XDA tapi tidak juga menemukan sesuatu yang punya fasilitas untuk ngopi contact dari XDA ke sim card. Yang ketemu cuma ngopi dari sim card ke XDA. Nah lo… tuing..tuing… wakwawww…

Setelah beberapa puluh menit ngulik dan cari-cari di manual, akhirnya dengan berat hati saya memutuskan untuk ngopi sebagian contact di XDA ke hp dengan cara Flinstone. BEAM contact satu-satu!!! ampun… meski sudah berusaha memilah contact yang penting-penting aja, tetap masih banyak.. 200+. Kebayang kan.. betapa anehnya aktifitas itu… :-(

Saya masih terus bertanya-tanya, apakah memang tidak ada fasilitas di XDA untuk ngopi contact ke sim card? Kalau memang gak ada, untuk yang mau pake XDA dan hp backupnya gak bisa sinkronisasi dengan outlook harus siap-siap dengan resiko kejadian seperti saya ini.

Peace lah.. \/ ^_^ \/

Setelah kasak-kusuk ba..bi..bu.. akhirnya semester ini saya dapet jatah mendongeng di satu kelas Pengantar Teknik Informatika.
Kuliah apaan tuh? (meneketehe… )
Sekarang saya lagi gak pengen cerita tentang isi kuliah PTI. Saya lagi pengen cerita tentang nonton bareng.

Sesi kuliah hari ini diisi dengan aktifitas nonton film bareng. Bukan Ayat-ayat Cinta, masak ikutan pejabat nonton bareng AAC :p
Bertempat di ruang rapat Dept IF yang fasilitas multimedianya lumayan, jadilah jam 7 pagi bergelap-gelapan nonton film Takedown atau Trackdown (cuman beda judul doang)

Katanya kuliah kok malah nonton film?

he..he.. minggu ini adalah minggu “Ethics for Computer Scientist”.
Di film ini dengan mudah bisa dilihat black-hat hacker vs white-hat hacker.
Terlihat pula bahwa ilmu informatika adalah salah satu dari sekian ilmu yang berpotensi bahaya.
Di tangan pendekar lurus bersih, ilmu itu bisa mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi kemanusiaan.
Di tangan pendekar berwatak jahat, tanpa ampun ilmu tersebut bisa jadi senjata penghancur.

Sebagian besar ilmu adalah netral.
Niat dan bagaimana penggunaannyalah yang menjadikan dia menjadi ilmu putih atau ilmu hitam.

Tadinya mau ada fotonya, cuman sayang pas diperlukan camdig saya ngadat :-(
So, bayangin aja deh…

Beberapa teman yang pernah datang ke rumah seringkali secara refleks bertanya, “Itu samurai betulan?”. Yang mereka tunjuk adalah pedang bersarung hitam yang aku gantung di dinding. Terus terang aku sedikit bingung menjawabnya. Lha wong yang aku gantung itu jelas-jelas pedang, bukan samurai.

Emang beda? ya iya laaaah…

Samurai tuh gini:

Sedangkan katana (salah satu jenis pedang Jepang) tuh gini:

Emang yang aku gantung di dinding sebetulnya adalah katana (atau boleh juga disebut pedang samurai). Bukan samurai. Masak orang digantung-gantung di dinding (ntar diam-diam bisa merayap …hap! lalu ditangkap :p )

Aslikah? ya asli laaahhh… belinya juga disono :-)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.