“Beri aku pelajaran yang paling sulit sekalipun, Boi. Aku akan belajar”

Ia tak dapat disurutkan oleh bimbang, tak dapat dinisbikan oleh gamang. Darinya, aku mengambil filosofi bahwa belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan; bahwa ilmu yang tak dikuasainya akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut.

[Andrea Hirata, Cinta di Dalam Gelas (novel kedua dwilogi Padang Bulan), Mozaik 21 “Guru Kesedihan”]