Tanggal 1 Oktober 2010 lalu (bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila), seumur-umur tinggal di Bandung baru pertama kali saya masuk dan berkesempatan ikut prosesi pemakaman ala militer di Taman Makam Pahlawan Bandung [wikimapia] untuk seorang tetangga.

Beliau adalah seorang purnawirawan TNI dengan -kalau tidak salah- 6 bintang jasa/kehormatan, salah satunya adalah bintang gerilya. Dari obrolan di rumah duka, bintang jasa/kehormatan itulah yang menjadi faktor utama mengapa beliau layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

.

.

Jenazah dan iringannya disambut dengan tembakan salvo di gerbang TMP. (sempat rada kaget juga, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya).

Setelah protokoler standar militer dan lagi-lagi tembakan salvo, jenazah “dikembalikan ke haribaan ibu pertiwi beserta dengan jasa dan pengabdiannya”.

.

.

Setelah upacara selesai, pelayat berpamitan kepada keluarga almarhum.

Sambil jalan-jalan, saya menemukan hal yang agak janggal:

.

.

Kalau tulisan pada nisan tersebut benar, seharusnya yang bersangkutan belum berada di Taman Makam Pahlawan pada waktu itu (1 Okt 2010).

Saat kami sampaikan hal ini ke pengurus TMP, dengan santai beliau menjawab, “Oh.. itu pasti salah tulis. Nggak papa lah.. yang penting amalnya diterima Allah.” sambil menepuk puncak nisan putih itu.

.

Advertisement